SHARE
Foto: Geo Energi/Yas

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahunan (RUPSLBT) PT Indika Energy dopaparkan bahwa tahun 2014, perseroan mengalami penurunan pendapatan yang cukup besar. Akan tetapi, Wisnu Wardhana, Direktur Utama PT Indika Energy mengatakan bahwa kinerja perusahaan cenderung meningkat dari waktu ke waktu.

“Penurunan pendapatan PT Indika Energy dikarenakan Perusahaan transportasi dan logistik air Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) yang berada dalam naungan Indika turut mengalami penurunan pendapatan, namun tetap membukukan laba bersih. Pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 660MW Cirebon Electric Power (atau lebih dikenal dengan PLTU Cirebon) telah beroperasi secara stabil selama dua tahun. Sedangkan penyedia jasa pasokan logistik lepas pantai Petrosea Offshore Supply Base (POSB) yang merupakan divisi usaha dari Petrosea mencatat kinerja yang meningkat, sejalan dengan pertumbuhan permintaan kegiatan minyak dan gas lepas pantai di wilayah Balikpapan,” ujar Wisnu dalam RUPSLBT di Jakarta Selatan, Rabu (29/04).

Pada tahun 2014, pendapatan Perseroan mengalami kenaikan 28,5% menjadi US$1.109,5 juta terutama dikontribusikan oleh pendapatan proyek-proyek EPC Tripatra dan perdagangan batubara. Namun peningkatan tersebut ter-offset dengan berkurangnya pendapatan dari Petrosea dan MBSS. Perseroan membukukan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$27,5 juta pada tahun 2014, lebih baik dibandingkan rugi bersih US$62,5 juta pada tahun 2013.

Selain itu, Wisnu menjelaskan, inisiatif manajemen liabilitas pada tahun 2013 menurunkan beban bunga tahunan sekitar US$7,8 juta per tahun mulai dari tahun 2014.

Bertumpu pada portofolio aset yang substansial dan neraca keuangan yang solid, ke depannya Perseroan mengambil langkah-langkah menjaga kas dan menurunkan biaya, selagi terus menjajaki bidang-bidang pertumbuhan strategis, meningkatkan produktivitas, dan memperkokoh tata kelola perusahaan.

“Perseroan juga terus membangun strategi jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi bisnis strategis maupun oportunistik dengan pengelolaan risiko yang ketat, serta menciptakan sinergi di antara ketiga pilar usahanya: sumber daya energi, jasa energi dan infrastruktur energi,” kata Wisnu. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here