SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam investasi hijau pandangan tentang pengelolaan hutan dan pengelolaan lingkungan yang selama ini terkesan selalu berseberangan sudah tidak berlaku lagi.

“Pengelolaan hutan dan pengelolaan lingkungan merupakan dua sisi mata uang yang sama. Pengelolaan hutan lestari dapat dilihat sebagai pengelolaan lingkungan hidup. Saat ini hampir semua konsesi hutan aktif telah disertifikasi. Dalam hal pengelolaan lingkungan kami juga punya sistem untuk Lingkungan Dampak Assesment,” jelas Siti pada konferensi pers “Tropical Landscape Summit: A Global Investment Opportunity 2015” di Hotel Shangri-la, Jakarta (27/4).

Beliau menambahkan integrasi pengelolaan hutan lestati dan pengelolaan lingkungan sangat pentin perannya untuk mencapai target pembangunan 5 tahun mendatang. Misalkan dalam usaha pembangunan infrastruktur, pangan dan keamanan energi juga peningkatan pariwisata yang membutuhkan lahan dari kehutanan.

Untuk mengatasinya KLH mengundang swasta untuk melakukan investasi hijau di sektor kehutanan. Daerah yang terbuka untuk investasi hijau di sektor kehutanan adalah:
– hutan tanaman, termasuk tanaman energi
– ekowisata, termasuk pembentukan arboretum atau hutan kota
– penangkaran satwa langka
– non-hasil hutan kayu
– produksi produk substitusi impor
– penanganan limbah dan pemanfaatan
– pemanfaatan mikroba untuk produksi energi
– pemanfaatan panas bumi

Di sektor Lingkungan Hidup program yang disiapkan adalah:
– pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan: 250.000 hektar
– pembentukan pertanian perkotaan di 100 kota
– revitalisasi 15 DAS, 15 danau, 5 sungai tercemar
– pembentukan 12,7 juta hektar hutan skala kecil masyarakat, adat atau desa
– pembentukan hutan energi 100.000 hektar
– pembentukan 50 hydro mikro
– rehabilitasi 80 wilayah pesisir. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here