SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Menurut kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tren investasi hijau yang terus meningkat merupakan usaha nyata pertama pemerintah untuk serous menyuarakan komitmennya dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

“Investasi hijau ini menyinkronkan kebijakan pemerintah yang menargetkan penggunaan energi baru dan terbarukan mencapai 23% di tahun 2025,” ujar Staf Khusus Kementerian ESDM Widyawan Prawiraatmadja pada konferensi pers “Tropical Landscape Summit: A Global Investment Opportunity 2015” di Hotel Shangri-la, Jakarta (27/4).

Menurut Wawan, panggilan akrab Widyawan, sumber energi baru dan terbarukan di Indonesia sangat banyak, namun Indonesia maaih cenderung bergantung pada bahan bakar fosil yang padahal cadangannya hanya sedikit di Indonesia. Agar menarik minat para investor di energi baru dan terbarukan ini pemerintah dapat mengusahakan pemberian insentif atau pemberian bantuan dana yang berasal dari APBN agar kedepannya investasi hijau dapat terealisasi.

“Kami mengusulkan investasi energi baru dan terbarukan di 2016 akan bertambah menjadi 10 kali lipat, dari yang hanya Rp1 triliun menjadi Rp10 triliun,” ujar Wawan.

ESDM mengharapkan adanya investasi dalam pengembangan surya, angin, geotermal, hydro baik micro maupun pico dan solid waste yg bisa diubah jd energi pembangkit listrik. Juga adanya pengembangan biodiesel sehingga muncul konsistensi penggunaan biodiesel yang digunakan untuk dijadikan bahan bakar dan bahan baku pembangkit listrik. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here