SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Seiring dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.18 Tahun 2015 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan untuk Penanaman Modal di Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah Tertentu maka Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyiapkan peraturan tax allowance saat diajukan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat.

“Peraturan ini dibuat untuk mencuptakan transparansi dan kepastian bagi inveatir yang mengajukan keringanan pajak. Kami berharap dengan keluarnya aturan ini nanti dapat menggenjot pencapaian target investasi BKPM tahun 2015 hingga Rp 519,5 triliun,” jelas Kepala BKPM Franky Sibarani saat konferensi pers “Tropical Landscape Summit: A Global Investment Opportunity 2015” di Jakarta (27/4).

Setelah permohonan diterima BKPM melalui PTSP Pusat akan diadakan pengkajian permohonan yang melibatkan BKPM, Kementerian Keuangan dan kemeterian teknis. “Kami juga akan melibatkan kajian para pakar dan staf ahli di bidang masing-masing,” ujar Franky.

Dengan keluarnya peraturan ini nantinya diharapkan proses peemohonan tax allowance yang tadinya bisa mencapai 2 tahu bisa selesai dalam waktu 50 hari saja. Jumlah bidang usaha yang mendapatkan fasilitas allowance meningkat jadi 143 bidang, yang tadinya hanya 129 bidang usaha (sesuai PP No.52 Tahun 2011). Tidak ada syarat minimal investasi untuk mendapatkan insentif tersebut.

Berikut fasulitas yang diatur di PP No.18 Tahun 2015 yang diterbitkan pada 6 April 2015:
– pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah Penanaman Modal selama 6 tahun masing-masing sebesar 5% pertahun
– penyusutan dan amortisasi yang dipercepat
– pengenaan penghasilan dividen yang dibayar subjek pajak asing sebesar 10% atau tarif lebih rendah
-kompensasi kerugian yabg lebih lama dari 5 tahun tapi tidak lebih dari 10 tahun bagi peeusahaan yang berlokasi di kawasan berikat, perusahaan yang membangun infrastruktur, perusahaan yang menggunakan bahan baku dalam negeri minimal 70%, perusahaan bertenaga kerja 500-1000 orang, perusahaan di bidang penelitian dan pengembangan, perusahaan yang berreinvestasi dan perusahaan yang melakukan ekspor paling sedikit 30% dari penjualan. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here