SHARE
Foto: riauheadline

Jakarta, GEO ENERGI – Sidang mantan ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor Jakarta sempat gaduh. Adu mulut terjadi antara terdakwa kasus dugaan suap pembahasan APBNP 2013 itu dengan Ketua Majelis Hakim Artha Theresia.

Perdebatan bermula saat Sutan menagih janji hakim terkait izin bagi dirinya untuk memeriksakan kawat giginya ke luar rutan. Politikus Partai Demokrat itu mengeluh kesulitan mendapat perawatan di dalam Rutan KPK tempat dia menjalani tahanan.

“Waktu itu ibu bilang kalau saya lampirkan surat dari dokter nanti ini akan diputuskan. Tapi teryata ibu ingkar. Di rutan sudah tak ada berobat untuk gigi dan keloid,” kata dia kepada Hakim Artha Theresia di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/4).

Sutan mengaku bahwa usai persidangan pekan lalu, dia berniat menemui dokter rutan untuk meminta rujukan berobat. Namun dia mendapat informasi dari penjaga rutan bahwa sang dokter sedang berada di luar kota. Sampai waktu yang ditunggunya, dokter itu belum juga kembali bertugas.

Padahal kondisi kawat giginya sudah parah lantaran sudah berbulan-bulan tidak dikontrol oleh dokter gigi. “Ya meninggal kita kalau gitu,” ujarnya. Bahkan ia pun khawatir dirinya terkena penyakit tetanus. “Loh kenapa bu, kalau tetanus bu? Gimana sih ibu ini. Ibu ini bukan dokter, ibu ini hakim. Ini untuk kesehatan bu,” timpal Sutan.

Hakim Artha pun menimpali curhat Sutan itu dengan mengatakan, tidak mungkin seseorang meninggal hanya karena kawat gigi rusak dan meminta Sutan untuk tidak berlebihan. Dia pun kemudian menanyakan kepada Jaksa terkait keberadaan dokter gigi di Rutan KPK. Jaksa pun membenarkan bahwa tidak ada fasilitas perawatan gigi di rutan tersebut.

Setelah mendengar penjelasan, hakim pun akhirnya mengabulkan permintaan Sutan. Dia diberi izin untuk berobat ke dokter gigi yang menjadi langganannya. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here