SHARE
Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi.

Legian, GEO ENERGI – Rencana pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur membutuhkan LNG.

Banyak sekali peluang bisnis energi dan infrastruktur di Indonesia. Penemuan beberapa lapangan gas yang baru-baru ini telah disahkan oleh SKK Migas, juga telah mulai ditemukannya potensi energi di offshore dan deep water di Indonesia bagian timur.

“Lima belas tahun yang akan datang, produksi energi dan pembangunan infrastruktur akan beralih ke timur. Ini dimulai dengan adanya penemuan lapangan gas baru di sana. Contohnya adalah Blok Masela, IDD Jangkrik, Blok Tangguh dan Asap Merah,” ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi saat mengisi forum 5th Annual LNG Transport, Handling and Storage yang diselenggarakan di Hotel Padma Resort Legian (24/4).

Pembangunan infrastruktur di Indonesia timur memaksakan kita untuk memikirkan strategi yang efektif agar kebutuhan energi daerah terpencil dan yang berupa kepulauan seperti Maluku dan Nusa Tenggara terpenuhi. Untuk itu dibutuhkan teknologi yang mampu menyalurkan energi secara efektif dan tanpa pipeline. Ini pun menjadi peluang bagi pengusaha bisnis LNG.

“LNG adalah salah satu harapan kita untuk memenuhi permintaan energi di wilayah yang merupakan kepulauan, jadi keberadaan LNG itu penting sekali” kata Amien.

Nantinya LNG diharapkan bisa digunakan sebagai bahan baku untuk pembangkit listrik di daerah-daerah tersebut. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here