SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Legian, GEO ENERGI – Sebagai regulator tentang sumber energi dan mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dituntut mampu memenuhi filosofi dalam pemanfaatan energi, terutama simplicity.

Saat membicarakan energi, ada beberapa filosofi yang harus bisa dipenuhi pemerintah, yaitu energy availability, accessibility, affordability, sustainability dan simplicity. Dalam hal avaibility, pemerintah sudah melakukan berbagai cara seperti eksplorasi dan produksi migas yang dilakukan oleh pemerintah melalui Pertamina maupun investor swasta di wilayah kerja yang diberikan oleh pemerintah.

Upaya mewujudkan accessibility dan sustainability adalah bagaimana Kementerian ESDM menjamin ketersampaian energi ke konsumen dan terus menerus.

“Untuk mewujudkan affordability, pemerintah membuat agregator system yang nantinya menghasilkan harga yang mampu dibeli oleh para konsumen dan simplicity, pemerintah berperan untuk menyederhanakan ataupun mempercepat peraturan dan perizinan bagi para pelaku usaha,” jelas Dirjen (Plt) Kementerian ESDM Dr. Ir. IGN Wiratmaja Puja.

Seperti yang diketahui sampai saat ini ada 100 lebih izin yang masih belum diselesaikan oleh kementerian. Banyaknya persyaratan yang tumpang tindih antara beberapa kementerian juga membuat terhambatnya keluar izin usaha bagi investor.

Menurut Wiratmaja, pada acara 5th Annual LNG Transport, Handling andStorage yang diadakan di Hotel Padma Resort Legian (24/4), simplicity merupakan pekerjaan rumah besar untuk pemerintah dalam memenuhi filosofi energi tersebut agar tercipta konsumsi energi yang optimal dan efisien. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here