SHARE
Dirjen Migas Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja

Legian, GEO ENERGI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempromosikan proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW di acara 5th Annual LNG Transport, Handling and Storage di Hotel Padma Resort Legian (24/4).

Pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini masih belum merata. Kebanyakan hanya terpusat di Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Pada 15 tahun yang akan datang, pemerintah merencanakan pembangunan infrastrujtur akan mulai bergeser ke arah Indonesia bagian timur.

“Sampai saat ini strategi pemerintah untuk memenuhi rencana pembangunan di timur adalah dengan memulai proyek pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW. Khusus untuk PLTG diperkirakan butih 1.000 MMSCFD untuk menghasilkan 14.432 MW atau sekitar 38% dari total 35.000 MW,” jelas Dirjen (Plt) Kementerian ESDM Dr. Ir. IGN Wiratmaja Puja.

Ide awalnya adalah akan dibangun virtual pipeline di daerah Sulawesi bagian selatan, Mauku dan Papua. Setelah itu akan dibangun PLTG di yang mencakup Sulawesi-Maluku Utara, Nusa Tenggara, dan Papua-Maluku. untuk mewujudkan ide ini butuh banyak modal, investor, industri, pabrik, logistik dan transportasi yang sebenarnya adalah peluang besar bagi para pelaku usaha gas swasta.

“Di sini dibutuhkan para investor gas yang mau berinvestasi membangun infrastruktur gas di daerah Indonesia timur,” kata Wiratmaja. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here