SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur Jendral (Dirjen) Ketenagalistrikan Jarman akhirnya angkat bicara mengenai pertanyaan dari pengelola rumah susun/apartemen yang menanyakan masalah regulasi di sektor listrik dalam melistriki rumah susun/apartemen.

“ Dari pada ini menjadi pertanyaan terus, maka topik ini dipilih. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa memperjelas dan menyamakan persepi kita semua supaya tidak ada lagi pertanyaan dari asosiasi, pengelola, maupun tenant.” kata Jarman dalam siaran press di situr resmi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan di Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Dirjen menjelaskan jika pengelola rumah susun/apartemen meneruskan seluruh biaya terkait dengan penyaluran listrik kepada tenant termasuk listrik untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial yang digunakan bersama tanpa memperoleh margin keuntungan, maka pengelola dikategorikan tidak menjual listrik. Dirjen mencontohkan penggunaan listrik untuk lampu taman, lift, juga pompa sebagai contoh penggunaan listrik untuk fasilitas umum yang digunakan bersama.

Akan tetapi, manakala pengelola rumah susun/apartemen meneruskan seluruh biaya terkait dengan penyaluran listrik kepada tenant termasuk listrik untuk fasilitas umum dan fasilitas sosial yang digunakan bersama dengan tambahan margin keuntungan tertentu, maka pengelola dikategorikan menjual listrik.
“ Kalau sudah ada keuntungan dari usaha tersebut, maka pengelola harus mengikuti peraturan yang berlaku, yakni perusahaan harus memiliki ijin wilayah usaha. Sudah ada aturannya, tinggal lapor ke BKPM. Nanti akan diproses,” ujar Dirjen.

Dirjen menambahkan, supaya tenant tahu bahwa pengelola apartemen tidak mengambil keuntungan, pengelola bisa meminta auditor keuangan untuk membuat pernyataan bahwa pengelola apartemen hanya menurunkan semua biaya ke tenant, tanpa tambahan margin keuntungan tertentu. Biaya yang dimaksud bisa termasuk biaya pegawai yang mengurusi perawatan kelistrikan di apartemen juga biaya untuk genset cadangan. Hasil audit kemudian bisa diinformasikan ke tenant agar transparan.

“Asal kita ikuti aturan yang ada, semua akan terpenuhi kebutuhannya dan aman – dari segi keamanan pemakaian listrik dan tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkas Dirjen. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here