SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Semenjak kekisruhan yang terjadi pada pertengahan tahun lalu antara PT PLN dengan Pertamina terkait ketidakselarasan mengenai ketetapan harga solar pembangkit, yang di mana PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tidak bisa menyetujui permintaan Pertamina karena terganjal oleh peraturan pemerintah yang menetapkan formula 105% dari MoPS. Sedangkan PT Pertamina menetapkan harga sebesar 109,5% dari MoPS.

Sementara itu, melalui Kepala Divisi Gas dan BBM PLN, Suryadi Mardjoeki menyampaikan bahwa tidak ada renegosiasi harga solar untuk pembangkit antara dua badan usaha milik negara tersebut. “Enggak ada negosiasi,” ucapnya. “Saat ini kontrak harga BBM antara Pertamina dan PLN menggunakan patokan 109,19% dari MoPS. Dan patokan harga tersebut telah dipakai sejak semester II/2014,” jelas Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Rabu (22/4).

Akan tetapi, setelah pemerintah memfasilitasi permasalahan itu. Alhasil, kedua perusahaan pelat merah tersebut mau menyepakati formula harga 109,5% dari MoPS untuk pembelian solar sepanjang Juli hingga Desember 2014. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here