SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Legian, GEO ENERGI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hendak mengubah paradigma lama pengusaha migas dalam pemanfaatan energi.

Awalnya, produksi minyak besar-besaran dalam negeri membuat Indonesia merasa sebagai salah satu negara produsen minyak terbesar di dunia. Sehingga pada saat itu Indonesia berpikir mampu untuk mengekspor minyaknya secara terus menerus. Kebiasaan mengekspor migas ke luar negeri membuat Indonesia masih tidak dapat memenuhi kebutuhan energinya. Namun cadangan minyak dan gas makin lama makin menipis.

“Untuk memenuhi kebutuhan energi ada beberapa paradigma baru yang harus ditanamkan kepada pemerintah dan pelaku usaha migas domestik,” ujar Direktur Jenderal (Plt) Kementerian ESDM Dr. Ir. IGN Wiratmaja Puja pada forum 5th Annual LNG Transport, Handling and Storage di Hotel Padma Resort Legian (24/4).

Paradigma baru tersebut adalah, pertama, pemikiran dimana kita harus mengoptimalkan penggunaan migas dalam negeri dan mengurangi ekspor. Kedua adalah pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia bagian timur, jangan hanya terpusat di Jawa lalu Sumatera dan Kalimantan. Paradigma ketiga adalah menggunakan miyak mentah dengan bijaksana dan mulai beralih menggunakan gas alam yang lebih bersih.

Dengan tertanamnya paradigma tersebut maka bisa diprediksikan gas di Indonesia bisa cepat berkembang dan dikonsumsi dengan optimal dan efisien. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here