SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Meskipun Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) terus memekikkan kampanye “Air untuk Semua”, dengan titik poin bahwa privatisasi sumber daya alam ini sudah mencabut hak dasar publik dan menyebabkan semakin hari isue tersebut menjadi krisis. Selaras dengan kenyataannya, hingga saat ini pemerintah masih belum bisa memastikan hak atas lingkungan yang baik dan sehat.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Walhi Babel, Ratno Budi yang menilai bahwa pemerintah telah gagal, dan beliau pun lantas mencontohkan keberadaan aktivitas pertambangan timah di wilayah PDAM Merawang Kabupaten Bangka.

Fakta lain akibat pencemaran sumber mata air terjadi di wilayah Desa Bencah Bangka Selatan, di mana aktivitas pertambangan timah skala besar yang berdampingan dengan lokasi rencana pembangunan lahan persawahan masyarakat.

“Sangat tidak masuk di akal, jika keduanya beraktivitas di dalam satu lokasi dengan memanfaatkan satu sumber air,” ujar Ratno, Kamis (23/4). (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here