SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Jakarta, GEO ENERGI – Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja melakukan kunjungan kerja ke Kupang, NTT, Kamis (23/4). Dalam kesempatan itu, Plt. Dirjen Migas bertemu dengan Asisten 2 (Ekonomi dan Pembangunan) Gubernur NTT Anre Jemalu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tobias Uli dan Kabid Migas Abraham serta para badan usaha yang tergabung dalam Hiswana Migas.

Dari siaran Press yang di terima Geo Energi, Wiratmaja menyampaikan orientasi pembangunan sektor energi ke depan sesuai dengan Program Nawacita. Dikatakannya, Pemerintah akan memberikan prioritas pada pengembangan infrastruktur di Indonesia Timur, termasuk mengalokasikan dananya melalui APBN.

Pada kesempatan yang sama, Asisten II Gubernur NTT Anre Jemalu memaparkan kondisi infrastruktur energi, baik migas dan listrik. Angka elektirifikasi NTT saat ini adalah 55%. Rata-rata penyaluran BBM subsidi di NTT yaitu Premium sebesar 21.249 KL per bulan, Solar sebesar 10.066 KL per bulan dan Kerosene atau minyak tanah sebesar 7.674 KL per bulan. Sedangkan untuk bahan bakar non subsidi seperti Avturmencapai 1.392 KL per bulan, Solar NPSO sebesar 107,6 KL per bulan dan Pertamaxmencapai 35 KL per bulan.

Terkait harga BBM, diinformasikan bahwa masyarakat NTT relatif tidak berkeberatan dengan adanya kenaikan harga BBM. Karena masyarakat sudah biasa dengan harga tinggi. Pada saat musim ombak tinggi, harga BBM dapat mencapaidelapan kali harga biasanya.

Dikatakan pula, kesulitan penyaluran terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret pada saat laut bergelombang besar. Selain itu, kerapnya terjadi tanah longsor menyebabkan kesulitan dalam pengangkutan BBM melalui darat.

“Untuk itu, perlu dibangun tambahan depo atau tangki penimbunan,” tambahnya.

Berdasarkan identifikasi di lapangan, diperlukan pembangunan tangki di Labuhan Bajo, Sabu, Rote dan Tambolaka. Wiratmaja mengharapkan Pemda NTT dapat menyampaikan kajian kebutuhan tersebut kepada Menteri ESDM.

Wiratmaja menambahkan, Penerintah saat ini sedang mengembangkan sistem tanggap untuk kelangkaan dalam bentuk call center/war room. Diharapkan masyarakat dan badan usaha dapat berpartisipasi untuk menginformasikan kelangkaan dan masalah masalah terkait ketahanan energi.

Dalam kunjungan kerja ini, Plt. Dirjen Migas berkesempatan untuk mengungjungi TBBM Tenau yang memiliki kapasitas 36.00 0KL dan dilengkapi dengan pelabuhan berkapasitas 15.000 DWT. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here