SHARE
Foto: Geo Energi/Affan

Legian, GEO ENERGI – Pembangunan terminal distribusi LNG di Bontang sebaiknya juga disertai dengan sistem transportasi yang baik.

Sampai sekarang keberjalanan bisnis LNG di Indonesia masih terhambat di beberapa masalah. Seperti dalam pembangunan infrastruktur, perizinan dan regulasi. Peran pemerintah sangat penting untuk masalah ini.

“Pemerintah masih belum fokus untuk LNG. Contohnya adalah perizinan yang masih ada lebih dari 100,” kata Business Development Manager PT. Registro Italiano Navale (RINA) Indonesia Ketut Sumbrana kepada Geo Energi di Hotel Padma Resort, Legian (23/4).

Ketut mengomentari tentang rencana dijadikannya terminal distribusi LNG di Bontang. Menurutnya rencana pemerintah ini sudah bagus, namun tetap harus mencari transportasi yang efisien. Di beberapa daerah yang menghasilkan gas dengan kapasitas lebih kecil di sekitar Bontang sebaiknya menggunakan CNG. Karena investasi liquefaction akan sangat memberatkan bagi daerah tersebut.

“Membangun mesin liquefaction harganya sangat mahal, lebih baik dibangun untuk yang kapasitasnya besar, seperti di Bontang,” ujar Ketut, “sayang nantinya kalau liquefaction sudah dibangun, terus beli lagi buat LNG carrier, nanti kalau di tempat punya mesin liquefaction harus dibangun lagi. Jadinya investasinya mahal.” (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here