SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku telah melayangkan surat ke Kementerian Perdagangan tentang pemberian penangguhan penerapan ketentuan wajib penggunaan transaksi Letter of Credit (L/C) ke pada PT Freeport Indonesia.

Direktur Jendral Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, R. Sukhyar mengatakan , surat tersebut telah dilayangkan sejak pekan lalu. Dimana isinya lebih merekomendasikan PTFI tak dikenakan kebijakan L/C untuk sementara waktu.

“ Freeport dapat rekomndasi penangguhan. Rekomendasi itu sudah dikirim ke Kemendag sejak pekan lalu,” jelas Sukhyar pada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Sukhyar melanjutkan, meski pihak Kementerian ESDM telah memmeminta PTFI diberikan, perusahaan asal Amerika serikat itu tetap diminta untuk mempersiapkan diri untuk menerapkan kebijakan L/C.

“ Freeport belum menyampaikan kapan kesediaan menerapkan L/C, “ kata Syukyar.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan akan terus melakukan evaluasi kepada Freeport Indonesia untuk melihat kesiapan dari perusahaan tersebut melaksanakan kewajiban L/C.

” Kementerian Perdagangan akan evaluasi kesiapan itu setiap enam bulan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penangguhannya, Freeport mendapatkan waktu dua kali enam bulan.

(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here