SHARE
Foto: finance.detik

Jakarta, GEO ENERGI – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta urung memeriksa Dahlan Iskan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gardu Induk (GI) PLN Jawa, Bali, dan Nusatenggara. CEO Jawa Pos Grup ini tak hadir disebabkan sedang berada di Amerika Serikat (AS).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Waluyo menerangkan, pihaknya gagal memeriksa Dahlan Iskan dikarenakan yang bersangkutan sedang berada di negeri Paman Sam. “Kita mendapat kabar bahwa yang bersangkutan sedang berada di Amerika,” kata dia kepada Geo Energi di kantornya, Jakarta, Kamis (23/4).

Waluyo menerangkan bahwa pihaknya menerima surat keterangan ketidak hadiran Dahlan melalui faximile. Ia menambahkan, pihaknya akan kembali menjadwalkan pemeriksaan Menteri BUMN era Presiden SBY ini pada Kamis pekan depan. “Kita akan kirim surat panggilan dan kita jadwalkan kembali pemeriksaan pada Kamis depan,” tandas dia.

Dahlan Iskan sedianya akan diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai mantan Dirut PT PLN (Persero) terkait kasus dugaan korupsi proyek Gardu Induk (GI) PLN. Dahlan dipanggil sebagai kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran proyek yang menjerat 15 tersangka itu.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek ini, pihak Kejati DKI Jakarta telah menahan terhadap 10 orang tersangka di Rutan Cipinang, Jakarta sejak 16 April 2015 lalu. Para tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan, sejak penetapan penahanan. Sementara lima orang tersangka lainnya masih dalam tahap proses penyidikan.

Mereka yang ditahan adalah, FY selaku Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali-UPK JJB IV region Jawa Barat, SA selaku Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali-UPK JJB IV region DKI Jakarta dan Banten, INS selaku Manajer Konstruksi dan Operasional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

TF selaku pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali, Y selaku Asisten Engineer Teknik Elektrikal di UPK JJB 2 PT PLN dan AYS selaku Deputi Manager Akuntansi di Pikitring Jawa Bali Nusa Tenggara PLN.

Ada juga YRS selaku pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali, EP selaku pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali, dan ASH selaku pegawai PLN Proring Jateng dan Yogyakarta.

Para tersangka itu dijerat Pasal 2 Ayat (1) jucnto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here