SHARE
ilustrasi

Jakarta, GOE ENERGI– Program pembangunan satu juta rumah yang tengah dicanangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), nampaknya tak semua akan difasilitasi infrastruktur pipa gas. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin saat konferensi pers di Gedung Kementrian PUPR, kamis 23/4/2015.

” Untuk infrastruktur pipa gas, guna penyaluran city gas akan disesuaikan dengan wilayahnya,” kata Syarif.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa tak semua daerah berpenghasil gas. Namun demikian sebisa mungkin desain dan infrastrukturnya akan memadai para penghuninya. Baginya untuk fasilitas dan desain bangunan rumah sejauh ini belum terdapat kendala. Disamping itu Kementerian PUPR kini masih fokus pada kebijakan-kebijakan yang menyangkut mekanisme pembelian rumah.

Kebijakan yang diambil salah satunya besaran uang muka 1% dan bantuan dana uang muka sebesar 4 juta. Kebijakan ini berlaku untuk rumah yang diperuntukan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Akan tetapi untuk Non MBR tetap sama, dimana uang mukanya tetap 5 %.

Kementerian PUPR mencanangkan pembangunan tiga jenis rumah, diantaranya rumah tapak (landed house), rumah susun hak milik (Rusunami) dan rumah susun hak sewa (Rusunawa). Perumahan yang diprogramkan dalam program satu juta rumah ini terdiri dari 603.516 rumah MBR dan 396. 484 rumah Non MBR. (FEA/ST)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here