SHARE
Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan

Jakarta, GEO ENERGI– Rencananya Kamis (23/4) pagi besok Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan memanggil mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan. Bos media Jawa Pos grup ini dipanggil terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek Gardu Induk (GI) PLN.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo, surat panggilan atas nama Dahlan Iskan ini sudah dikirim pihaknya pada pekan lalu. “Ini panggilan pertama kepada yang bersangkutan,” ujar Waluyo kepada Geo Energi, Rabu (22/4).

Ia menerangkan, Dahlan akan dipanggil sebagai kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran proyek yang menjerat 15 tersangka itu. Apalagi kasus itu terjadi saat Meneg BUMN era Presiden SBY ini menjabat sebagai Dirut PLN.

Pada pemeriksaannya nanti, pihak penyidik Kejati akan “menggarap” Dahlan sampai sejauh mana peranannya dalam proyek GI Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Ketika Ditanya soal kemungkina Dahlan tak hadir memenuhi panggilan, Waluyo mengatakan, pihaknya akan kembali mengirimkan surat panggilan sampai tiga kali. “Jika tak hadir sampai panggilan ketiga, kita akan panggil paksa,” tandasnya.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek ini, pihak Kejati DKI Jakarta telah menahan terhadap 10 orang tersangka di Rutan Cipinang, Jakarta sejak 16 April 2015 lalu. Para tersangka ditahan untuk 20 hari ke depan, sejak penetapan penahanan. Sementara lima orang tersangka lainnya masih dalam tahap proses penyidikan.

Para tersangka itu dijerat Pasal 2 Ayat (1) jucnto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (RBW)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here