SHARE
Foto: geo Energi/Affan

Legian, GEO ENERGI – Dert Norske Veritas-Germanischer Lloyd (DNV-GL) Indonesia tengah mengembangkan bisnis kapal bunker LNG di Indonesia.

Teknologi bahan bakar LNG di Asia Tenggara sudah dimulai di Singapura. Saat ini hampir semua vessel yang masih menggunakan bahan bakar minyak dikonversikan jadi menggunakan bahan bakar LNG. Vessel berbahan bakar LNG sedang mulai dikembangkan di Indonesia. Nantinya kebutuhan akan pasokan LNG di Indonesia pun bertambah banyak. Akan tetapi, sayangnya sampai sekarang belum ada kapal bunker LNG di Indonesia. Sehingga nantinya akan mempersulit dalam memenuhi kebutuhan akan LNG.

“Memang investasi vessel berbahan bakar LNG membutuhkan capital expenditures 50% lebih banyak dibandingkan dengan yang berbahan bakar minyak, tapi nilai investasinya tinggi sehingga bisa mengembalikan modal dalam 2 sampai 3 tahun selanjutnya,” jelas Presiden Direktur DNV-GL Indonesia Sheikh Khaled Mattar di Hotel Padma Resort, Legian (22/4).

Menurut Sheikh bisnis bahan bakar LNG merupakan investasi yang baik karena di Indonesia banyak sektor yang membutuhkan transportasi laut, seperti perdagangan, perhubungan bahkan pariwisata.

“Maka dari itu Indonesia butuh mempunyai bunker yang menyimpan cadangan LNG. Sehingga pasokan LNG pun dapat dipenuhi,” pungkas Sheikh.

DVN-GL adalah salah satu perusahaan asal Norwegia yang mengembangkan dan meneliti teknologi di industri migas dan energi terbarukan. Perusahaan ini sudah mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1996. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here