SHARE
Foto: katadata

Jakarta, GEO ENERGI – Perusahaan publik energi terpadu, Medco Energi telah usai melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dimana Perseroan telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan 2014 serta Laporan Keuangan Konsolidasi Audit 2014 beserta juga penetapan susunan Komisaris dan Dewan Direksi yang baru. RUPST kali ini para pemegang saham menyetujui agenda pembagian dividen sebesar AS$0,00121 per saham dengan jumlah keseluruhan AS&4,05 juta yang akan dibayarkan pada tanggal 22 Mei 2015 mendatang.

Selain itu, melalui pelaksanaan strategi efisiensi biaya yang terus dilakukan semenjak tahun 2013 silam, Medco berhasil mempertahankan kestabilan kinerja operasional dan keuangannya meskipun terdapat penurunan harga dan produksi minyak. Pada tahun lalu, MedcoEnergi berhasil menahan laju alami produksi minyak dari lapangan minyak tua di Indonesia sebesar 7%, yang jika dibandingkan dengan laju penurunan yang biasa dialami di lapangan-lapangan minyak di dunia sebesar 20-25% per tahunnya.

“Tahun ini produksi minyak dan gas kami memang mengalami beberapa penurunan yang dikarenakan oleh habisnya masa kontrak beberapa lapangan minyak. Perseroan membukukan jumlah produksi minyak dan gas bumi sebesar 56.000 barel setara minyak per hari (BOEPD), turun dari sebelumnya 62.000 BOEPD pada tahun 2013. Tapi jika dihitung secara rata-rata kita memiliki beberapa kemajuan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Lukman Mahfoedz, Direktur Utama MedcoEnergi dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (20/04).

Selain itu, penurunan realisasi harga rata-rata minyak bumi di tahun 2014 yang mencapai AS$97,83 per barel memang lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi harga rata-rata di tahun 2013 yang mencapai AS$108,26 per barel. Akan tetapi, sepanjang tahun 2014, Medco berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar AS$ 750juta, dengan 93% atau AS$701 juta berasal dari unit bisnis eksplorasi dan produksi minyak dan gas.

Pada usaha penjualan gas, Medco juga mencatat keberhasilan kenaikan harga jual gas dari AS$5,13 juta BTU (MMBTU) di tahun 2013 menjadi AS$5,60/MMBTU di tahun 2014 yang merupakan hasil dari renegosiasi beberapa kontrak jual gas di Indonesia.

“Pencapaian ini mendorong kinerja keuangan Perseroan tahun 2014 dengan tambahan pendapatan sebesar AS$40 juta, dibandingkan dengan pendapatan Perseroan dari penjualan gas di tahun 2013,” kata Lukman. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here