SHARE
Foto: Gadih/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Menuju peluncuran Kalkulator 2050 Indonesia, Universitas Indonesia mengadakan seminar dan lokakarya nasional yang membahas upaya Indonesia dan global mengikat secara hukum di 2015 untuk penanganan masalah perubahan iklim.

“Di dunia, pertumbuhan saat ini sangat cepat. Dari kepadatan penduduk ini efek yang didapatkan ialah perubahan iklim. Faktor yang mampu merubah iklim adalah dengan adanya emisi karbon secara besar-besaran yang dihasilkan oleh penggunaan energi bahan bakar yang banyak,” jelas Sir David King, perwakilan khusus Kementerian Luar Negeri Inggris.

Menurut Sir David negara-negara di Asia, khususnya Indonesia yang padat penduduk sudah mulai mengalami perubahan iklim. Di kota-kota padat di Indonesia, contohnya Jakarta memiliki polusi udara yang sangat tinggi. Sehingga lingkungan di Jakarta pun sudah tidak baik.

“Saat ini Inggris sudah menurunkan emisinya sampai 52 persen. Maka dari itu kami menawarkan membantu Indonesia untuk menurunkan emisinya agar bisa mewujudkan kesepakatan di PBB tentang penanganan perubahan iklim global yang dimulai di 2015,” ujar Sir David King pada seminar yang bertemakan “Komitmen Perubahan Iklim dan Ekonomi Iklim Baru” di UI (20/4).

Komitmen Indonesia untuk mewujudkan kesepakatan tersebut ditunjukkan dengan peluncuran Kalkulator 2050 Indonesia yang merupakan kerjasama Indonesia dengan Inggris. Program tersebut dibuat untuk memonitor perubahan iklim, besar emisi karbon dan permintaan energi di suatu daerah. Program ini ditujukan untuk membantu pemerintah dalam perencanaan pembangunan yang ramah lingkungan di masa yang akan datang. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here