SHARE
Foto: hukumonline

Jakarta, GEO ENERGI – Mantan Menteri ESDM Jero Wacik meminta agar nama baiknya dipulihkan. Permintaan ini diajukan dalam permohonan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sidang praperadilan yang diajukan Jero Wacik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dimulai dengan agenda pembacaan permohonan. Jero meminta hakim tunggal untuk membatalkan penetapan tersangka terhadap dirinya.

Pengacara Jero, Hinca Pandjaitan, mengutip RUU KUHAP bahwa penetapan tersangka dapat diadili melalui praperadilan. Namun dalam RUU KUHAP, praperadilan diganti menjadi lembaga hakim komisaris.

“Pada bagian umum penjelasan RUU KUHAP disebutkan lembaga hakim komisaris merupakan lembaga yang terletak antara penyidik dan penuntut umum di satu pihak,” kata Hinca di persidangan, Senin (20/4).

Semula Jero Wacik akan menghadiri persidangan. Namun karena kemacetan jalan ibu kota akibat imbas penyelenggaraan Konfrensi Asia Afrika 2015, mantan Menteri Budaya dan Pariwisata ini gagal hadir di persidangan.

“Rencana awalnya hadir, tapi kami barusan diinfo katanya tidak bisa hadir karena macet jalanan gara-gara KAA,” kata Hinca.

Jero Wacik ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan menyalahgunakan wewenang dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata periode 2008-2011 dan Menteri ESDM tahun 2011-2013.

Saat menjadi Menbudpar, Jero diduga menggunakan anggaran untuk memperkaya diri atau orang lain. Akibat perbuatannya itu negara dirugikan sekitar Rp 7 miliar. Sementara saat menjadi Menteri ESDM, Jero ditetapkan sebagai tersangka yang merupakan hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat eks Sekjen ESDM Waryono Karno. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here