SHARE
ILUSTRASI

Jakarta, GEO ENERGI – OPEC menyatakan bahwa harga minyak akan naik selama 2015 karena kartelnya telah berhasil mengeluarkan Amerika Serikat, produsen shale, keluar dari bisnis.

“Penyulingan global yang lebih besar mulai berjalan, dipacu oleh naiknya permintaan musiman. Sejalan dengan perbaikan margin penyulingan maka permintaan akan minyak mentah (crude oil) akan meningkat,” kata kartel OPEC kepada Monthly Market Report.

Jika ditelaah ke belakang, faktor penyebab turunnya harga minyak dikarenakan oversupply adalah adanya produksi shale besar-besaran Amerika Serikat. Akan tetapi ekstraksi shale membutuhkan hydraulic fracturing yang lebih mahal dari pemboran konvensional dan tidak menguntungkan jika harga minyak malah turun di bawah US$ 60 per barelnya. Ini yang menyebabkan produksi migas Amerika menjadi datar di pertengahan 2015 ini, malah cenderung menurun.

OPEC meramalkan permintaan akan menyentuh nilai rata-rata 29,27 juta barel per harinya dimulai pada awal kwartil 2015. Peningkatan 80.000 bpd dari prediksi sebelumnya telah ada di laporan bulan Maret. Pada saat yang bersamaan, dikatakan bahwa total output kartel akan meningkat juga dari 680.000 barel per hari jadi sekitar 850.000 barel per hari, dikarenakan turunnya produksi Amerika Serikat dan negara non-OPEC. (GDH/OP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here