SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Rencana pemerintah untuk mengeluarkan premium jenis baru menimbulkan polemik di tataran pemerintah dan legislatif. Premium jenis RON 88 yang rencananya akan dihapus kemudian diganti dengan RON 88 – 92 (Pertalite) pada bulan Mei mendatang ini ditentang keras oleh anggota Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian dalam agenda mingguan Energi Kita yang mengambil tema “Strategi Pemerintah Menghapus Subsidi BBM RON 88”.

Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Gerindra ini mengatakan bahwa penggantian jenis premium ini akan menambah penderitaan rakyat di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan Pertalite juga berbahan dasar yang harus diimpor sama dengan Premium sebelumnya. Bahkan, harga yang ditaksir untuk Pertalite nantinya berkisar antara Rp 8000 – Rp 8.400 yang artinya harganya berada di atas harga Premium saat ini.

“Dengan harga Premium yang terus menerus naik saja masyarakat kita ini sudah terbebani. Apalagi Pertalite yang harganya jauh lebih mahal. Ini sama-sama impor sedangkan kapasitas kilang kita juga belum jelas mumpuni atau tidak,” ujar Ramson dalam acara Energi Kita di Jakarta Pusat, Minggu (19/04).

Belum lagi, Ramson mengatakan hal ini belum disosialisasikan kepada masyarakat secara gamblang. Karenanya, Ramson mengatakan pihaknya dari Komisi VII DPR RI akan segera memanggil Pemerintah dan Pertamina terkait rencana ini.

“Kami harus segera duduk bersama dan membahasnya lagi. Paling tidak Senin atau Selasa kami akan memanggil Pemerintah dan Pertamina,” tandasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here