SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Energy Watch Indonesia (EWI) menilai alasan PT. Pertamina menghapus premium dan menggantinya dengan pertalite tidak masuk akal.

Keputusan Pertamina mengganti premium disambut komentar negatif oleh EWI. Keputusan ini malah dianggap sebagai bentuk arogansi pemerintah kepada rakyatnya.

Sebelumnya Pertamina memberikan tiga alasan dalam hal pergantian RON 88 menjadi RON 90. Alasan pertama adalah dikatakan bahwa impor premium selama ini merugikan rakyat dan hanya menguntungkan Pertamina. Padahal selama ini rakyat tidak pernah mengeluh saat menggunakan premium RON 88.

Selanjutnya dikatakan juga supaya tarikan kendaraan bermotor lebih ringan. “Memangnya Pertamina sudah tidak ada kerjaan lain makanya harus mengurusi daya tarik mobil masyarakat”, kata Ferdinand Hutahaean Direktur Eksekutif EWI melalui pesan elektronik (18/4).

Alasan terakhir yang tidak bisa diterima ialah RON88 merupakan barang jelek dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Padahal jika dipikirkan memang tidak ada bahan bakar fosil yang ramah lingkungan. Semua pembajaran menghasilkan karbon yang mengotori lingkungan. Lalu jika dibilang barang jelek, sampai sekarang saja Amerika masih menjual RON 87 dan 89.

“Jadi alasan-alasan ini hanya akal-akalan pemerintah untuk membohongi rakyat,”ujar Ferdinand.

EWI mengambil sikap tidak setuju atas keputusan Pertamina tersebut. Menurut EWI ditariknya premium malah merugikan masyarakat Indonesia. Rakyat dipaksa membeli bahan bakar yang lebih mahal padahal daya belinya masih belum meningkat. Jika harga bahan bakarnya naik otomatis semua bahan baku dan kebutuhan dasar masyarakat pun meningkat.

“Janganlah kegagalan pemerintah mengelola biaga migas ditimpakan ke rakyat. Masalah niaga migas kita bukan terletak pada objek seperti RON88 atau RON90, melainkan sistem kelolanya yabg harus diperbaiki,” pungkas Fesrdinand. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here