SHARE
Foto: riauheadline

Jakarta – GEO ENERGI – Sutan Bhatoegana rupanya tak ingin menjadi pesakitan seorang diri terkait kasus yang kini tengah menjeratnya. Mantan Ketua Komisi VII DPR periode 2009-2014 ini pun menyebut nama lain pihak yang pernah disebut dalam kasus suap SKK Migas dibiarkan berkeliaran.

Salah satu nama yang disebut ikut kecipratan aliran uang dari SKK Migas adalah Arsyadjuliandi Rachman, mantan anggota Komisi VII DPR yang kini menjadi pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau. Namun, ketika Sutan menjadi tersangka dan didakwa menerima suap, justru Arsyad masih bisa menghirup udara bebas.

“Kami menduga KPK tebang pilih dalam pengusutan kasus suap SKK Migas. Karena sampai kini Arsyad Andijuliardi belum pernah dipanggil KPK. Dia masih tenang-tenang saja, ini kan aneh,” kata Eggi Sudjana dalam pesan singkatnya, Jumat (17/8).

Eggy yang juga menjadi kuasa hukum Sutan itu menyayangkan sikap KPK yang terkesan tebang pilih dalam mengusut kasus aliran uang dari SKK Migas. Ia bahkan meyakini kliennya tak ikut menikmati suap dari SKK Migas. “Saya sendiri yakin, Sutan tidak sama sekali menerima dana suap tersebut walaupun ketika itu dia sebagai ketua komisi VII DPR RI,” tandas dia.

Koordinator Indonesia Migas Watch (IMC), Rachman Moeklis mengatakan, KPK semestinya tidak berhenti pada Sutan saja dalam mengungkap kasus dugaan suap SKk Migas. Menurutnya, pada saat mantan kepala SKK Migas Rudi Rubiandini diadili, di persidangan terungkap tentang asal uang untuk suap ke Komisi VII DPR. Salah satunya dari perusahaan migas, Kernel Oil.

“Aliran uang itu diduga diterima Sutan Bhatoegana dan Arsyadjuliandi Rachman didapat dari hasil setoran dana perusahaan kontraktor migas, di antaranya Kernel Oil,” tukasnya.

Jika KPK tak mengembangkan kasus Sutan, Rachman menilai bahwa lembaga antirasuah ini tak punya keseriusan memberantas korupsi yang menjerat para politikus di DPR. “Ini sama saja KPK tak punya keinginan serius memberantas tikus tikus penerima suap yang ada di Senayan,” pungkasnya.

Jaksa pada KPK mendakwa Sutan Bhatoegana telah menerima uang THR dari Rudi Rubiandini yang saat itu menjabat sebagai Kepala SKK Migas sebesar USD 200 ribu. Sutan mengatakan bahwa anggota Komii VII sebanyak 54 orang ikut menerima uang THR tersebut.

Selain didakwa menerima uang, Sutan juga didakwa menerima hadian berupa uang dari sejumlah pihak termasuuk menerima mobil Toyota Alphard 2.4 AT Tipe G dari Direktur PT Dara Trasindo Eltra (DTE) Yan Achmad Suep. (RBW)

3 COMMENTS

  1. blog nya sudah cukup menarik, tinggal di backlink kan saja untuk hasil yang max. untuk informasi masalh backlink, SEO, TOKO ONLINE blog anda bisa hub nomor di bawah. jasa Backlink WEB dan BlOG Rp 700.000 /bln, jasa design toko online Rp 500.000 /themes, jasa Seo BERGARANSI Rp 2.700.000 2,5 bulan, Jasa Omptimasi Blogwalking 200.000 list web aprove 500 rb /bulan, telp-1 085-100-675-165 telp-2 085-635-945-40 salam hangat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here