SHARE
Marwan Btubara /mgs

Jakarta, GEO ENERGI – Rencana pemerintah perihal konversi energi, dari minyak beralih ke gas, guna memperkuat ketahanan nasional masih hanya sebatas wacana.

“Kesadaran untuk membuat ketahanan energi sudah ada, tapi exitnya ga ada. Exit harusnya dibuat sendiri dengan membuat rencana dan blueprint yang jelas,” kata Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara kepada Geo Energi (13/3).

Lamanya realisasi konversi energi ini berhubungan juga rendahnya komitmen negara dan penyusunan rencana yang masih belum jelas juntrungannya. Pemerintah seakan lupa dengan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang seharusnya memiliki hak monopoli terhadap semua hasil alam yang menyangkut kebutuhan rakyat banyak.

Diawali dengan keluarnya Surat Keputusan tentang Undang-undang no.22 Tahun 2001 perihal Minyak dan Gas Bumi, pemerintah malah membatasi ruang geraknya untuk menguasai gas alam yang dihasilkan tanah airnya sendiri. Negara membebaskan swasta untuk ikut andil dalam industri gas, padahal pengusaha swasta hanya memprioritaskan keuntungan sendiri di atas kepentingan negara. Saham BUMN pun malah dijual.

Sampai sekarang rencana konkret dari pemerintah pun belum ada. Padahal wacana ini sudah lama dibicarakan ke halayak. Sangat disayangkan, pemerintah sepertinya hanya bicara tanpa ada tindakannya.

“Komitmen rendah, rencana gak jelas,” komentar Marwan. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here