SHARE
Foto: .arrahmah

Jakarta, GEO ENERGI – Selain mengaku kecewa, kuasa hukum Sutan Bhatoegana, Eggi Sudjana menilai hakim tunggal Asiadi Sembiring khilaf dalam menggurkan permohonan praperadilan mantan Ketua Komisi VII DPR RI itu.

“Digugurkannya praperadilan Sutan karena hakim tak konsisten berpikirnya. Kami ajukan PK karena kekhilafan Hakim tidak berani menegakkan hukum yang benar,” kata Eggi Sudjana ketika ditemui wartawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/4).

Dia mempertanyakan, kenapa hakim tidak sejak awal menggugurkan permohonan praperadilan Sutan. “Kalau dari awal digugurkan, jadi gak usah masuk pokok perkara. Jadi nggak perlu kami diminta datangin saksi, pembuktian,dan jawaban,” pungkas Eggi.
Atas digugurkannya permohonan praperadilan itu, pihak Sutan juga berencana akan melaporkan hakim Asiadi ke Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY). Eggi menilai hakim tak profesional dalam putusannya. “Kami akan ke MA dan KY karena akim tidak profesional. Padahal kualifikasi digugurkan tidak ada,” sambungnya.

Sebelumnya, hakim tunggal Asiadi menolak gugatan praperadilan yang dilayangkan Sutan Bhatoegana. Pada amar putusannya hakim berpendapat bahwa berkas perkara Sutan telah dilimpahkan ke Pengadilan tipikor sehingga bukan ranah sidang praperadilan.

“Menetapkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Sutan Bhatoegana gugur,” kata hakim Asiadi.

Hakim berpendapat berdasarkan pasal 82 ayat 1 huruf (d) maka praperadilan digugurkan. “Maka sesuai dengan pasal 82 ayat 1 huruf d harus dinyatakan gugur,” ucap Asiadi. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here