SHARE
Foto:Geo Energi/Albert

Jakarta, GEO ENERGI – Anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistiyono menilai mega proyek pembangunan pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt yang digagas Presiden Jokowi dalam lima tahun mendatang sangat tidak realistis.

“Proyek itu terlalu muluk. Saya selalu kritik keras program 35 ribu MW. Karena apa? Untuk fast track progam tahap I dan II saja belum clear,” ujar Agus saat diskusi mingguan “Energi Kita: PLTN yang aman dan efisien untuk atasi krisis listrik”, Jakarta, Minggu (12/4).

Menurut politisi asal PKB ini, untuk mengatasi krisis listrik di tanah air, pemerintah bisa menggandeng pihak swasta untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Hal ini juga untuk menjawab keengganan pemerintah dalam pengembangan PLTN.

“Energi alternatif PLTN ini adalah paling murah soal kebutuhan energi listrik,” pungkas dia.

Menurutnya, nuklir bisa menjadi energi alternatif untuk menutupi kebutuhan listrik di tanah air. Agus menilai, PLTN bisa menjadi energi alternatif paling murah untuk mengatasi krises energi. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here