SHARE
Foto: lensaindonesia

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam penandatanganan komitmennya untuk menentang keras gratifikasi yang akan berujung pada korupsi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siang tadi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga meluncurkan Whistle Blowing System Online yang dapat digunakan sebagai sarana pengendalian tindak pidana korupsi di lingkungan KESDM.

Mochtar Hussein, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM mengatakan sistem Whistle Blowing ini dibuat sebagai sistem penerima aduan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh individu di lingkungan KESDM.

“Whistle Blowing System ini adalah aplikasi Online Kementerian ESDM yang akan memfasilitasi pegawai yang memiliki informasi, dan juga indikasi korupsi. Seluruh pegai disini dapat bertindak sebagai whistle blower dan juga berhak merahasiakan identitasnya. Agar pengaduan dapat ditindak lanjuti, whistle blower ini harus melengkapi kronologis juga bukti,” papar Mochtar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (13/4).

Sebelumnya pihak KPK juga mengatakan bahwa Kementerian ESDM menjadi sasaran pengendalian gratifikasi karena dianggap sebagai salah satu institusi yang mengatur kepentingan hajat hidup orang banyak seperti kebutuhan minyak, gas dan juga sumber energi. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here