SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Anggota Komisi VII DPR RI Agus Sulistiyono menyayangkan kebijakan energi nasional digagas Dewan Energi Nasional (DEN) menempatkan nuklir sebagai alternatif terakhir dalam pengembangan ketahanan energi nasional.

Hal itu bisa terlihat dalam Peraturan Pemerintah 79 Tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional tak memasukan PLTN dalam penyediaan energi. “Ini kan sangat memprihatinkan.” ucap Agus saat diskusi “Energi Kita: PLTN yang aman dan efisien untuk atasi krisis listrik”, Jakarta, Minggu (12/4).

Pada kesempatan itu politisi asal PKB ini juga meragukan kemampuan pemerintahan Jokowi dapat merampungkan target pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt dalam lima tahun. Apalagi dalam program itu pemerintah tak melirik nuklir sebagai energi alternatif pembangkit listrik.

“Saya ingatkan Menteri ESDM Sudirman Said hati-hati dengan 35 ribu MW, apa lagi tanpa energi nuklir,” ujar Agus.

Dia juga khawatir, mega proyek itu bakal menemui kegagalan, seperti kegagalan pemerintahan terdahulu dalam mewujudakan listrik 10 ribu MW. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here