SHARE
Istimewa

Bandung, GEO ENERGI – Komune Rakapare,salah satu komunitas simpatisan petani Rembang di Bandung mengadakan demo di gerbang depan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Aksi tersebut merupakan respon mereka terhadap kedatangan PT. Semen (Gresik) Indonesia dan Ahli Pertambangan Budi Sulistyo sebagai narasumber kuliah umum yang diadakan oleh Program Studi Teknik Pertambangan ITB (10/4).

Di dalam kuliah umum tersebut PT. Semen mempresentasikan tentang pembangunan pabrik semen yang ramah lingkungan di Rembang. Padahal seperti yang kita ketahui, masih ada penolakan warga setempat untuk pembangunan pabrik semen milik PT. Semen di Rembang dikarenakan dampak pembangunan ke lingkungan mereka.

“Ada perbedaan yang jelas antar development dan developmentalism, kami percaya adalah masyarakat yang tahu apa yang mereka butuhkan,” jelas pihak Komune Rakapare kepada Geo Energi melalui pesan singkat, ” Memang membuka pabrik akan memberi lapangan pekerjaan baru, perekonomian Rembang bisa naik, tp bagaimana pertimbangan lainnya seperti apa itu standar kesejahteraan ekonomi bagi petaninya, dan apa persisnya tawaran pekerjaan bagi para petani yg bahkan banyak tdk lulus SD?”.

Komune Rakapare menyampaikan harapannya agar di masa depan, belajar dari kasus Rembang, pembangunan yang akan dijalankan selaras antara kebutuhan pasar, kepentingan ekonomi, dan aspek sosial-ekologis. Jadi ada sinergi yg nyata antara pemerintah, swasta dan warga negaranya (masyarakat), karena sinergi tiga pihak inilah yg menjadi kunci masa depan negara manapun. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here