SHARE

Bandung, GEO ENERGI – Kunjungan PT. Semen (Gresik) Indonesia dan Ahli Pertambangan Budi Sulistyo ke kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk agenda studium generale yang turut mengundang mahasiswa Teknik Pertambangan ITB memicu gerakan demo oleh beberapa komunitas simpatisan petani Rembang di Bandung.

“Aksi ini untuk menanggapi kedatangan PT. Semen dan Pak Budi Sulistyo dalam studium generale yang diundang oleh pihak Program Studi Teknik Pertambangan ITB,” kata pihak Komune Rakapare, salah satu komunitas yang memotori demo, kepada Geo Energi (10/4). Studium generale tersebut juga membahas tentang pembangunan pabrik semen di Rembang yang ramah lingkungan.

Aksi ini merupakan salah satu respon atas kekhawatiran komunitas tersebut akan adanya justifikasi dan penggiringan opini di kalangan kampus yang nantinya malah merugikan tidak hanya petani namun juga lingkungan. Mereka beranggapan bahwa seharusnya keilmuan, khususnya mahasiswa ITB, mampu bermanfaat untuk kepentingan publik, bukan investor.

Demo dimulai pada pukul 13.00 WIB di gerbang depan ITB, setelah menyuarakan aspirasi, gabungan komunitas tersebut memasuki ruang seminar Teknik Pertambangan ITB, lokasi studium generale diselenggarakan.

“Di sana kami menanyakan beberapa hal kepada PT. Semen dan Pak Budi. Pertanyaan kami pun dijawab dengan baik. Kami berharap aspirasi warga Rembang bisa didengar dan dipertimbangkan lagi untuk pembangunan pabrik semen” jelas pihak Komune Rakapare.

Beberapa komunitas simpatisan Rembang yang melakukan aksi ialah Komune Rakapare, Institut Perempuan, ANARKO, Front Api, Lembaga Bantuan Hukum Bandung, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here