SHARE
Foto:Gadih/Geo Energi

Bandung, GEO ENERGI – Proyek pembangkit listrik tenaga angin dan matahari di rest area tol Purbaleunyi kilometer 88, Jawa Barat, kini malah diputus kontraknya oleh PT. Jasa Marga, yang notabene salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Di tahun pertama kontrak, dari jangka waktu kontrak yang 10 tahun, kedua alatnya masih berjalan baik. Namun di tahun kedua yang tenaga surya dicopot, diganti dengan genset. Jadi sampai sekarang di sini menggunakan tenaga angin dan genset,” jelas Pak Agus, petugas keamanan di rest area 88 tol Purbaleunyi (10/4).

Salah satu rest area di tol purbaleunyi yang menuju Bandung ini tidak mengonsumsi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sejak didirikan hampir lima tahun yang lalu area ini menggunakan konsep energi baru terbarukan untuk menghasilkan listrik. Tenaga yang dimanfaatkan ialah tenaga angin dan matahari.

PT. Jasa Marga, selaku penyelenggara jalan tol tersebut bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendirikan pembangkit listrik tenaga angin dan matahari, cocok dengan iklim daerah yang terik dan berangin kencang.

Awalnya kontrak diberlakukan untuk 10 tahun, namun selama keberjalanannya pembangkit tenaga surya hanya bertahan 1 tahun kemudian diganti dengan genset. Anehnya, sekarang, di tahun keempat pembangkit tenaga angin pun ikut diputus kontraknya. Pemutusan kontrak dilakukan oleh Jasa Marga. Pemutusan kontrak tidak dibarengi dengan pengambilan kembali alat-alat penunjang untuk pembangkit.

“Seharusnya Januari ini sudah mulai diangkut pembangkitnya, tapi sampai sekarang belum. Tapi kalau sudah diangkut di sini hanya menggunakan genset saja untuk listrik, padahal yang tenaga angin ini cocok untuk masyarakat di sini, lebih hemat,” kata Agus.

Seharusnya sebagai salah satu BUMN, PT. Jasa Marga mengikuti kebijakan pemerintah yang saat ini sedang menggembar-gemborkan pengaplikasian energi baru terbarukan dan konversi energi (EBTKE) untuk melakukan efisiensi bukan malah kembali hanya mengandalkan genset yang menggunakan bahan bakar minyak. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here