SHARE
Foto: Gadih/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Pengangkatan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Emron Pangkapi sebagai Komisaris PT Timah (Persero) Tbk, oleh Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno dianggap bisa menjerumuskan Presiden Jokowi.

Pengangkatan Emron ini akan dianggap oleh masyarakat bahwa Jokowi pro terhadap koruptor. Hal ini mengingat Emron yang merupakan politisi PPP kubu Romy adalah seorang mantan narapidana kasus korupsi.

“Semakin jelas Menteri BUMN ingin menjerumuskan Jokowi agar publik menganggap Jokowi ternyata prokoruptor dan Jokowi lupa akan janjinya bahwa ingin pemerintahan bersih dari korupsi dan tidak punya moral malingan,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra, Arief Pouyono kepada Geo Energi, Kamis (9/4).

Dia menilai, pengangkatan Emron adalah kesengajaan dari Meneg BUMN untuk menempatkan pengurus parpol yang dihadiahi jabatan komisaris BUMN. “Pengangkatan mantan koruptor dijadikan komisaris BUMN bukti jika penempatan komisaris BUMN sangat carut marut dan tidak melalui sistim fit and proper test,” tegas dia.

Arief menegaskan, jika Jokowi ingin BUMN bersih dari ancaman “penjarahan’ maka presiden harus mencopot Rini Sumarno dari jabatannya. Apalagi peryataan Rini yang mengaku tak mengetahui bahwa Emron itu bekas narapidana bisa diartikan Meneg BUMN telah mendeskreditkan Jokowi.

“Ini bisa diartikan Meneg BUMN melempar tanggungjawab dan sengaja mediskreditkan pemerintahan Jokowi,” pungkas Ketua Umum FSP BUMN Bersatu ini.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Sukrisno menuturkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah merombak jajaran komisaris perusahaan, di mana terdapat dua komisaris yang diganti.

Sukrisno menuturkan dua komisaris tersebut digantikan oleh Fachri Ali dan Emron Pangkapi. Untuk posisi Komisaris Utama ditempati oleh Fachry Ali. Sebelumnya Fachri Ali sempat menjabat sebagai komisaris independen.

Berdasarkan penelusuran Geo Energi, Emron Pangkapi masuk dalam jajaran pengurus DPP PPP versi Muktamar Surabaya untuk masa bakti 2014-2019 ini pernah ditangkap oleh tim satuan khusus Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Sungai Liat Bangka Belitung. Penangkapan wakil ketua PPP ini terkait kasus korupsi penyalahgunaan Kredit Usaha Tani Jangka Permai pada Tahun 1999 bernilai Rp 714,12 juta.

Penangkapan Emron itu dilakukan usai Rapimnas di Hotel Novotel, Bogor pada tahun 2009. Akibat kasus tersebut, Emron ditahan di Lapas Sungailiat, Bangka, selama enam bulan. Kemudian Emron bebas pada 24 Oktober 2009. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here