SHARE

Jakarta, GEO ENERGI – Anggota Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompoel mengecam keras aksi adu jotos yang melibatkan dua anggota Komisi VII DPR RI. Dia pun meminta kepada majelis partainya segera bergerak mengusut insiden memalukan tersebut.

“Sebagai anggota Fraksi Demokrat saya sangat menyesalkan peristiwa pemukulan itu. Majelis partai harus segera bekerja untuk menyelidiki kasus itu, berawal dari siapa, dan siapa yang memulainya,” tegas Ruhut ketika dimintai tanggapannya oleh Geo Energi melalui sambungan telepon, Rabu (8/4) .

Anggota Komisi III ini menilai, kejadian yang menimpa Muljadi koleganya satu fraksi bisa dikategorikan sebagai tindakan penganiyaan berat. Oleh karenanya aparat kepolisian bisa langsung mengusut insiden memalukan tersebut. “Ini bukan kasus delik aduan, sehingga aparat bisa langsung mengamankan pelaku pemukulan,” pungkas Ruhut.

Akibat insiden tersebut, Ruhut mengungkapkan, Muljadi mengalami luka cukup parah di pelipisnya. “Saya mendengar pak Muljadi mengalami luka di pelipisnya. Bagian mana, saya tidak tahu mendetail,” ujarnya.

Sebelumnya, dua anggota Komisi VII DPR terlibat adu jotos saat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Perkelahian itu terjadi antara Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Demokrat Muljadi dengan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mustofa Assegaf.

Insiden memalukan itu dipicu lantaran Mustofa Assegaf merasa tersinggung atas teguran Muljadi. Saat itu, Muljadi selaku pimpinan rapat menegur Mustofa sebab terlalu lama bicara atau menyampaikan pertanyaan kepada Menteri ESDM.

“Jatah bicara setiap anggota di Tatib DPR itu cuma 3 menit. Ini saudara sudah bicara 10 menit lebih. Saudara bisa saya keluarkan dari forum kalau masih lama lagi,” ancam Muljadi, saat memimpin rapat di ruangan komisi VII DPR, Jakarta, siang tadi.

Merasa tersinggung dengan ucapan politisi asal Demokrat itu, Mustofa pun marah. “Kaya kernet aja pakai timer,” ujar Mustofa.

Lama berselang, politisi asal PPP itu langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Muljadi. Aksi tinju amatir ini terjadi di lorong ruang sidang Komisi VII yang mengarah ke mushola. Insiden memalukan ini yang berlangsung singkat itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB.

Meski hanya sebentar, namun kelakuan kedua anggota dewan itu membuat rapat kerja yang dibuka pada pukul 14.00 Wib berhenti sejenak. Pasalnya pergumulan kedua anggota dewan itu menimbulkan suara gaduh.

Sadar menjadi pusat perhatian, perkelahian itu pun berakhir. Muljadi memilih meninggalkan lokasi kejadian. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here