SHARE
Foto: Ardi/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Perihal penolakan warga Rembang terhadap pembangunan pabrik PT Semen Indonesia yang tak kunjung menemui titik terang, tak ayal mengiringi langkah sembilan petani wanita separuh tua datang untuk menyandarkan asa ke salah satu lembaga yang mengurusi persoalan-persoalan hak asasi manusia, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang berlokasi di Jalan Latuharhari No. 4B, Kelurahan Menteng,‚Äč Jakarta Pusat.

“Saya tidak setuju kalau Kendeng dilakukan kegiatan pertambangan,” ucap Sukinah, salah seorang petani wanita yang merupakan bagian dari rombongan warga Rembang yang turut serta menabuhkan “Lesung” di depan Istana Negara kemarin.

“Karena hidup kami, kebutuhan kami dari Kendeng. Mulai dari air, sandang dan pangan,” tambahnya, Selasa (7/4).

Sembilan ibu-ibu yang merupakan perwakilan dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), hari ini mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan audiensi kasus rencana Pembangunan Pabrik Semen Indonesia, dengan pernyataan yang sama bahwa masyarakat Rembang menolak segala rencana aktivitas tambang di kawasan Kendeng.

“Jika tambang beroperasi maka lahan garapan warga yang mayoritas sebagai petani akan langsung terkena daya rusak dari tambang tersebut,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here