SHARE
Foto:lensaindonesia

JAKARTA, GEO ENERGI – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tetap melanjutkan persidangan praperadilan Sutan Bhatoegana. Padahal sebelumnya pihak pengadilan sempat menyatakan permohonan Sutan otomatis gugur menyusul di gelarnya sidang perkara pidana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Rupanya ada perbedaan penafsiran. Kepala Humas PN Jaksel Made Sutrisna mengatakan, hakim tunggal Asyadi Sembiring memiliki pendapat lain.
“Masih dipertimbangkan hakim, karena masih ada beda penafsiran,” kata Made Sutrisna dalam pesan singkatnya yabg diterima wartawan, Selasa (7/4).
Sebelumnya Made Sutisna yang juga berprofesi sebagai hakim menyatakan gugatan praperadilan Sutan otomatis gugur setelah KPK mendaftarkan berkas perkara pada 26 Maret lalu. Namun penafsiran dari Made itu ternyata berbeda dengan hakim tunggal Asyadi Sembiring yang pada Senin kemarin tetap melanjutkan sidang praperadilan.
“Mungkin hakimnya agak hati-hati meskipun nanti hakim akan mengarah pada pasal 82 KUHAP,” kata Made.
Pasal 82 KUHAP, huruf d menyebutkan ‘dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh pengadilan negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur’.
Seperti diberitakan kemarin, sidang kasus dugaan penerimaan hadiah penetapan APBN Perubahan tahun 2013 Kementerian ESDM dengan terdakwa mantan Ketua Komisi VII DPR RI di Pengadilan Tipikor ditunda karena alasan terdakwa tak didampingi kuasa hukumnya.
Padahal dihari yang sama tim kuasa hukum Sutan, Eggi Sudjana sedang menjalani sidang praperadilan di PN Jaksel. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here