SHARE
Foto: Affan

Jakarta, GEO ENERGI – Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menyayangkan berita akan adanya kenaikan tarif listrik bersubsidi awal Mei nanti tersebar di media masa.

“Saya sudah sering bilang kalau yang naik itu hanya tarif untuk kapasitas level rumah tangga mewah dan industri, sesuai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan diatur per dua bulan” kata Sofyan pada kesempatan acara Pengarahan Presiden RI Ke Manajemen PLN di PLN Pusat (7/4).

Menurut Sofyan tersebarnya berita tersebut malah merugikan rakyat kecil. ” Setelah tarif diberitakan naik, harga malah naik. Padahal pengeluaran usaha kecil dan menengah (UKM) dan industri kecil tidak naik. Malah jadi beban rakyat,” jelasnya.

Isu naiknya tarif listrik ini bermula dari keluarnya peraturan menteri (Pemen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.9 Tahun 2015, tentang Tarif Tenaga Listrik yang ditandatangani Menteri ESDM Sudirman Said pada 4 Maret 2015. Dimana disebutkan bahwa akan ada penyesuaian tarif (tarif adjustment) yang akan dilaksanakan setiap bulan dengan mengacu pada dolar AS, harga minyak mentah Indonesia ( ICP) dan inflasi.

Sofyan membantah berita tersebut dan menjelaskan bahwa Permen tersebut tidak bisa memberi keputusan final, karena PLN yang p menentukan tarif listrik. (GDH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here