SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Di tengah kesibukan Amerika Serikat dengan produksi minyak shale, perusahaan nasional Arab Saudi, Saudi Aramco mulai merekrut pekerja bidang perminyakan dan geologi asal Amerika.

Langkah ini dinilai cerdas dimana Saudi Aramco mengambil bakat terbaik produksi minyak dan gas di saat di negaranya, AS, yang lebih mengutamakan cadangan nonk-konvesional. Turunnya harga minyak dan industri migas yang loyo seakan malah memberi keuntungan untuk Arab, banyak pekerja bekenegaraan Amerika yang sudah ahli dalam migas menghadapi tugas-tugas yang sulit untuk menemukan pekerjaan yang sebanding di Arab.

Fenomena ini tidak hanya ironis tapi juga menunjukkan isu serius untuk kesehatan pasar energi AS dalam jangka panjang.

Saat ini perusahaan migas memiliki sistem penerimaan karyawan menggunakan alat yang modern dan juga banyak memberikan pelatihan untuk karyawannya.

Jika harga minyak turun dalam waktu yang lama, perusahaan energi yang kecil dan perusahaan servis akan gagal. Karyawan yang gagal tersebut akan mencari pekerjaan baru dengan firma lainnya, seperti Saudi Aramco atau Statoil yang dimana masing-masingnya dibiayai oleh pemerintah dan tidak mengutamakan keuntungan. (GDH/OP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here