SHARE
Foto: eksplorasi.co

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dalam kegiatan usaha migas, Pelaksana Tugas (PLT) Dirjen Migas IGN Wiratmaja, melakukan pertemuan dengan Tim Independen Pengendalian Migas dan Kepala Teknik Tambang dari beberapa KKKS seperti Total E&P, Chevron Pasific Indonesia, ConocoPhillips, Petrochina, Petronas dan ExxonMobil di Gedung Plaza Centris, pekan lalu.

Mengawali pertemuan, Wiratmaja menyampaikan paparan mengenai data kecelakaan migas dan mengharapkan agar KKKS dapat memberikan masukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dalam operasi migas.

” Berdasarkan hasil evaluasi, kecelakaan migas banyak terjadi pada pihak ketiga atau subkontraktor. Untuk itu, diperlukan perhatian yang lebih serius dari KKKS mengenai kesehatan dan keselamatan kerja subkontraktor” kata Wiratmaja dalam siaran press yang dirilis di situs resmi Dirjen Migas, Jakarta, Senin (6/4/2015).

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Independen Pengendali Keselamatan Migas (TIPKM) Soehatman Ramli mengatakan, secara umum KKKS telah memiliki sistem keselamatan kerja yang baik dan telah disertifikasi.

” Dari hasil evaluasi, faktor sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di lapangan belum dikelola dengan baik. Banyak terjadi kecelakaan yang seharusnya tidak terjadi,” ujarnya.

Anggota Tim TIPKM Daswir Lelo menambahkan, KKKS harus mencari atau membuat prosedur yang dapat dimengerti oleh pekerja di lapangan. Misalnya, aturan yang tadinya menggunakan bahasa Inggris, diubah menjadi bahasa Indonesia.

“ Sebanyak 60 persen kecelakaan terjadi karena faktor perilaku. Kalau engineering sudah ada standar. Paling susah itu memperbaiki manusianya,” tambah Daswir.

Pertemuan menyepakati beberapa hal, antara lain KKKS akan berupaya meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja migas, meningkatkan sosialisasi standar keselamatan kepada pekerja di lapangan serta memperbaiki manajemen sistem kontraktor dengan cara lebih banyak meninjau langsung ke lapangan. (REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here