SHARE
Foto: Ardi/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Proyek pembangunan PLTU di Tanjung Batu, Kukar, Kalimantan Timur sejak tahun 2003, yang berkapasitas 2×25 megawatt ternyata gagal dilakukan oleh PT Cahaya Fajar Kaltim. Atas kejadian tersebut, lantas timbul dugaan Korupsi dan mark up sebesar Rp. 96 miliar dengan menggunakan dana APBD Kaltim.

Berdasarkan fakta hukum, Dahlan Iskan selaku Dirut Perusda Ketenagalistrikan Kaltim ternyata membuat kontrak dan perjanjian dengan sebuah perusahaan bernama New Dragon Develoment Ltd pada tanggal 15 Oktober 2002.

Sesuai hasil penyelidikan kejati Kaltim, Perusahaan New Dragon Develoment Ltd adalah perusahaan BVI (British Virgin Island) yang biasa digunakan sebagai Special Purpose Vehicle (SPV), atau perusahaan yang digunakan untuk tujuan tertentu di mana NDD Ltd yang patut diduga keras adalah perusahaan “boneka” milik Dahlan Iskan Sendiri.

Rahmat selaku koordinator lapangan Aliansi Anti Korupsi mengatakan bahwa seharusnya KPK turut melakukan pengusutan dan penyidikan terhadap perbuatan dugaan korupsi Dahlan Iskan terkait Perusda Ketenagalistrikan Kaltim, yang patut secara hukum telah merugikan keuangan negara sebesar Rp. 96 miliar.
“Untuk itu, Komite Anti Korupsi menegaskan kepada KPK untuk segera menangkap Dahlan Iskan, usut tuntas PLTU Tanjung
Batu Kutai Kertanegara yang merugikan negara sebesar Rp. 96 miliar,” ucap Rahmat di gedung KPK, Jakarta, Senin (6/4). (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here