SHARE
Marwan Btubara /mgs

Jakarta, GEO ENERGI – Keputusan Pemerintah pada awal Tahun 2015 lalu untuk menghapuskan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan memberikan subsidi tetap untuk BBM jenis Solar lalu mengalihkannya untuk sektor lain yang dianggap lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur penunjang sebagai salah satu diantaranya, dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Resource Studies sekaligus pengamat sektor Energi, Marwan Batubara tidak proporsional.

Hal ini dikarenakan penghematan yang dihasilkan oleh negara dari pengalihan subsidi BBM tidak sebanding dengan biaya yang dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur penunjang untuk sektor energi sendiri. Sedangkan, Marwan mengatakan, pembangunan sektor energi saat ini adalah hal yang sangat penting untuk mencapai ketahanan energi jangka panjang.

“Jadi sekarang kan dengan turunnya subsidi di APBN, ada penghematan dibanding anggaran 2015 yang lalu sekitar 150 triliun. Lalu disini kita lihat ada untuk bangun infrastruktur, untuk bangun pelabuhan, airport dan salah satunya ke sektor sumber daya mineral, energi. Termasuk di dalamnya itu PLN, tapi jumlahnya hanya 15 triliun, padahal uang yang dihemat tadi dari sektor energi itu 150 triliun. Maka saya liat ini tidak proporsional,” ujar Marwan Batubara selepas acara Energi Kita di bilangan Cikini, jakarta Pusat, Minggu (05/04).

Marwan menilai bahwa pembangunan infratruktur untuk sektor energi juga harus menjadi salah satu prioritas pemerintah. Karena sektor energi merupakan salah satu sektor vital untuk keberlangsungan sebuah negara. Maka dar itu, pembangunan dalam sektor energi harus dilakukan secara intensif.

“Kalau kita ingin mempersiapkan solusi masalah sektor energi, maka pembangunannya itu harus intensif. Mungkin perlu 30 sampai 40%. Sisanya barulah untuk sektor lain. Kalau tidak nanti tidak akan keluar dari lingkaran ini. Apalagi nanti ada kepentingan politik. Jadinya yang penting ditolak dulu, kemudian pemerintahnya gak berani memutuskan. Lalu kembali lagi subsidinya besar, kapan mau bangun sektor energinya?” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here