SHARE
Foto: carmagblog

Jakarta, GEO ENERGI – Beberapa inovasi energi yang mampu mengubah peran minyak dan gas, diantaranya adalah shockwave pendukung teknologi fracking, teknik pemulihan minyak yang lebih baik, bakteri dan tumpahan minyak (oil spills), dan biofuel.

Shockwave dapat menginisiasi perekahan (fracturing) di resevoir shale yang terletak di kedalaman 1000-1500 meter. Teknologi shockwave pendamping fracking mampu merubah kondisi bisnis minyak dan gas karena mampu benar-benar mengurangi penggunaan air, dimana penggunaan air dapat menyebabkan polusi. Teknologi ini sedang dikembangkan oleh India.

Saat ini di Amerika Serikat teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) menggunakan karbondioksida (CO2) untuk injeksi gas. Penggunaan CO2 digunakan untuk mengurangi viskositas minyak dan memperbaiki kecepatan arus minyak saat penyedotan. Teknologi ini mampu menambah persentase produksi minyak di suatu sumur.

Penggunaan bakteri ini ditujukan untuk mengurangi oil spills di laut dalam atau daerah kutub. Saat ada kontak dengan minyak, bakteri tersebut nantinya akan berkembang sehingga mampu mencegah penumpahan minyak. Ini dapat membantu untuk membuat strategi mitigasi resiko yang efektif.

Biofuel adalah sumber energi modern yang dibuat dari makhluk hidup, hewan dan tumbuhan. Amerika Serikat dan Cina meningkatkan investasi untuk energi terbarukan tersebut. Contoh dari biofuel adalah ethanol dan biodiesel. Cockrell Scholl of Engineering (Universitas Texas di Austin) membuat pengembangan dimana biofuel menjadi lebih murah dan kompetitif dengan migas konvesional.(GDH/OP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here