SHARE
Foto: Albert/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Mengenai meledaknya pengguna gas elpiji 3 kg saat ini, Satya W. Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI mengatakan bahwa pemerintah harus segera merealisasikan sistem distribusi tertutup bagi gas elpiji 3 kg. Peruntukkan gas elpiji 3 kg yang semenjak awal dikhususkan untuk masyarakat yang masuk dalam golongan masyarakat miskin, ternyata tidak tepat sasaran. Hal itulah, yang seharusnya menurut Satya menjadi dasar urgensi perealisasian distribusi tertutup bagi gas elpiji 3 kg.

“Pemerintah jelas juga sudah tau, bahwa saat ini migrasi pengguna gas elpiji 3 kg ke 12 kg sangat besar. Maka dari itu, pemerintah harus segera merealisasikan sistem distribusi tertutup bagi gas elpiji 3 kg. Jangan sampai seperti saat ini semua orang, bahkan orang-orang yang tinggal di apartemen-apartemen itu juga menggunakan elpiji 3 kg. Itu kan sudah tidak betul,” papar Satya dalam acara Energi Kita di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (05/04).

Saat disinggung mengenai mekanisme dari sistem distribusi tertutup yang dijelaskannya, Satya mengatakan bahwa salah satu usulannya adalah menggunakan kartu miskin yang sebelumnya juga sudah menjadi salah satu program andalan kabinet kerja Presiden. Menurutnya, jika pendistribusian gas elpiji 3 kg itu jelas peruntukkannya, hal yang selama ini terjadi, seperti masyarakat miskin yang kehabisan pasokan elpiji 3 kg, tidak akan berulang.

“Soal mekanisme distribusi tertutup itu sulit, ya Pemerintah harus bisa menjalankannya. Kalau tidak bisa jangan sampai buat satu komoditi dua harga begini. Salah satu usulannya adalah pakai kartu-kartu itu. Pakai kartu miskin misalnya. Kalau kartu-kartu itu didistribusikan dengan benar, saya yakin tidak akan ada penolakan dari masyarakat. Jadi nantinya yang bisa mendapatkan gas elpiji 3 kg itu hanya yang punya akses untuk membelinya,” jelas Satya.

Satya mencontohkan, seperti halnya Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) yang menurutnya merupakan salah satu produk dari program pemerintah yang dapat dikatakan berhasil memberikan kemudahan untuk masyarakat miskin mendapatkan perawatan kesehatan yang layak meskipun mereka tidak memiliki dana yang cukup.

“Di dalam programnya BPJS ini kan jalan. Sekarang yang ga punya uang sama sekali, dia bisa masuk rumah sakit dan menjalani pengobatan. Kalau sekarang kartu-kartu BPJS saja bisa, masa kartu elpiji 3 kg gak bisa,” tegasnya. (YAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here