SHARE
Foto: harnas.co

Jakarta, GEO ENERGI – Pada tahun 2015 ini Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk Kongres Blue Economy ke-9 yang akan diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 13-15 April 2015. Kongres ke-9 ini diselenggarakan oleh The Blue Economy Foundation yaitu sebuah yayasan nirlaba dan accountable.

Kongres pada tahun ini merupakan kelanjutan dari kongres ke-8 yang dilangsungkan di Madrid, Spanyol pada tahun 2013 lalu. The Blue Economy Foundation bertujuan untuk mempercepat realisasi keterlibatan masyarakat dengan memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) pihak industri yang mengelola sumber daya alam seperti yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang No.47/2007 dan Peraturan Pemerintah No.40/2012.

Blue Economy merupakan suatu rangkaian pendekatan dalam kegiatan industri yang meliputi beberapa aspek yaitu ramah lingkungan, berkelanjutan, multi produk, sistem produksi bersiklus, minimum buangan dengan penekanan pada aspek inovasi berwawasan ekosistem, sains dan teknologi yang membutuhkan keterlibatan masyarakat melalui transfer pengetahuan, praktik kewirausahaan untuk pembangunan ekonomi lokal menuju pengentasan kemiskinan.

Merujuk kepada Undang-Undang No.47/2007 dan Peraturan Pemerintah No.40/2012, The Blue Economy Foundation bekerja sama dengan pusat penelitian di beberapa institusi pemerintahan maupun non-kementerian, universitas dan pegiat blue economy yang telah berhasil di lapangan dalam mengindentifikasi program prioritas.

Selain itu juga untuk memonitor program, mengevaluasi implementasi program kelautan, perikanan yang melibatkan masyarakat melalui pengetahuan dan praktek kewirausahaan yang kompetitif.

Kongres yang akan diadakan di Surabaya nanti akan digelar selama 3 hari, dimana pada hari pertama Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pendiri ZERI yaitu Prof.Gunter Pauli akan memberikan keynote speech yang akan diikuti oleh sesi kebijakan dan sesi praktis.

Pada hari kedua, kongres akan dimulai dengan sesi succes story yang akan disampaikan oleh beberapa praktisi yang berhasil menerapkan aspek-aspek pendekatan blue economy dalam kegiatan industrinya.

Sesi awal tersebut untuk kemudian dilanjutkan oleh sesi pendanaan yang akan mengangkat diskusi mengenai mekanisme dukungan terhadap keterlibatan masyarakat dalam proses implementasi blue economy dan kemudian akan ditutup oleh sesi rekomendasi.

Pada hari terakhir kongres, peserta akan diajak untuk melakukan kunjungan lapangan ke tambak budidaya mangrove milik Politeknik Perikanan dan Kelautan SIdoarjo serta ke Pusat Pelatihan di Trawas milik Universitas Surabaya.(REZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here