SHARE
Foto: Ardi/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Anti Korupsi yang terdiri dari Solidaritas Pergerakan Mahasiswa Indonesia (SOPREMASI), Jaringan Aksi Solidaritas Membela Rakyat (JASMERA) dan Komite Anti Korupsi (KAK) di pelataran gedung KPK, menuntut PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK), perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Batu, Kukar, dan PT Kaltim Electric Power (KEP) atas dugaan korupsi dan mark up Anggaran Dana Pemerintahan Daerah sebesar Rp. 96 miliar.

Para pendemo juga mengatakan bahwa proyek pembangunan PLTU tersebut didalangi oleh Dahlan Iskan yang diduga atas kepemilikan PT Cahaya Fajar Kaltim.

“Beliau (Dahlan Iskan) harus ditangkap. Karena beliau yang membuat kontrak atau perjanjian dengan sebuah perusahaan bernama New Dragon Develoment Ltd pada tanggal 15 Oktober 2002,” ujar Andi dari Aksi Solidaritas Membela Rakyat (JASMERA) di pelataran gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (6/4). (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here