SHARE
Foto: Affan/Geo Energi

Jakarta, GEO ENERGI – Saat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin melemah, berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.043/USD, jelas diipengaruhi dari terkoreksinya IHSG karena terimbas melemahnya bursa Amerika Serikat (AS). Sementara inflasi pada Maret setelah mengalami deflasi selama dua bulan beruntun, sudah diantisipasi oleh pelaku pasar.
Ihwal tersebut terang membuat para pelaku usaha di Indonesia cemas terhadap fluktuatifnya nilai tukar rupiah. “Kami pengusaha pusing jadinya,” ucap Ketua Komisi Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Adler Manurung di tengah diskusi yang diadakan oleh Media Aktual di Warung Komanda, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (5/4).
Selain itu, Manurung juga mengatakan bahwa ada kemungkinan Bank Indonesia (BI) main di pasar. “BI kan tidak punya hak. Visi misi kami (pengusaha) intinya ingin membangun negara. Gejolak rupiah sangat berpengaruh pada sektor pengusaha. Seharusnya, BI menahan tingkat bunga fisikal policy,” tutupnya. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here