SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Selaras dengan wacana pemerintah melalui tangan Pertamina, terkait dengan kegiatan impor bbm hingga total 11 juta barel (lebih tinggi sekitar 30% dari kebutuhan biasanya), tak ayal dipertanyakan kembali oleh Energy Watch Indonesia (EWI) sebab, kebijakan ini akan terus membebani keuangan APBN dan membebani rupiah untuk bisa kembali menguat, sehingga pmerintah harus cermat mengambil langkah kebijakan terkait pengadaan bbm ini supaya tidak menjadi beban buat APBN.

EWI sangat kecewa terhadap Direksi Pertamina sekarang, kinerja Pertamina terus merosot dan tidak menunjukkan perbaikan, malah pada triwulan pertama, Pertamina merugi sangat besar. Pada kesempatan ini juga EWI mempertanyakan dasar analisa untuk apa Pertamina mengimpor minyak di atas kebutuhan normal hingga 30% sementara ekonomi sedang lesu, konsumsi juga menurun.

Dengan demikian, jika Pertamina impor minyak besar-besaran saat ini, maka bulan depan impor ini akan menyebabkan kerugian kepada Pertamina. Jangan sampai kebijakan aneh-aneh dan tidak antisipatif dari pemerintah terus menerus menjadikan Pertamina merugi. EWI dalam hal ini, juga meminta kepada Presiden RI Joko Widodo agar melakukan evaluasi terhadap kinerja dari Pertamina yang belum bisa menunjukkan perbaikan. (NAA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here