SHARE
Istimewa

Jakarta, GEO ENERGI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan mantan Gubernur Papua Barnabas Suebu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam kegiatan Detailing Engineering Design (DED) PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai, Papua, tahun anggaran 2008.‎ Barnabas tercatat sebagai Anggota DPR terpilih periode 2014-2019 dari Partai Nasdem.

Beberapa waktu KPK juga menetapkan Barnabas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Detailing Engineering Design (DED) PLTA di Sungai Membranu, Papua, tahun 2009 dan 2010.

“Iya, ini pengembangan dari kasus sebelumnya, tapi lokasi berbeda. Dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan DED PLTA Danau Sentani dan Danau Paniai tahun anggaran 2008 di Provinsi Papua,” ujar Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha kepada wartawan, Jumat (3/4).

Selain itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus yang nilai proyeknya mencapai Rp 56 miliar ini. Keduanya yakni, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemerintah Provinsi Papua 2008-2011 Jones Johan Karubaba, dan Direktur Utama PT KPIJ Lamus Didi.

Atas dugaan korupsi yang dilakukan keduanya, KPK mensinyalir kerugian negara sampai Rp 9 miliar.

Dalam kasus dugaan korupsi DED PLTA Danau Sentani dan Danau Paniani ini, keduanya dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (RBW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here